Pages

Tampilkan postingan dengan label Tulisanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisanku. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Juni 2013

KH Mahsuli Effendi

Tahun 2005 Tepatnya, aku mulai mendengar nama beliau, akhirnya aku pun melihatnya secara langsung ketika aku mengikuti acara MOS di MA Matholi'ul Anwar.
Beliau Tinggi, Kekar, Gagah, Putih dan Berwibawa, beliau ahli bela diri, menurut omongan beberapa santri senior ketika aku mulai mondok pada Agustus 2005.
Pada Awalnya, aku hanya kagum dan terkesima dengan Pakaian dan Imamah beliau yang menjadi ciri khas beliau, mungkin karena wejangan-wejangan beliau ketika membuka MOS, masih banyak mempunyai kemiripan dengan wejangan Kyai-kyaiku di Desa,
Namun pada akhirnya saya tidak bisa menyembunyikan kekaguman dan Cintaku kepada beliau dengan banyaknya kelebihan, ketawadlu'an, kebijaksanaan, keilmuan dan pengalaman yang Allah fadlalkan kepada beliau. Allah Yarham.
Selanjutnya aku pun Mondok (Ceritanya bisa di simak di sini) di PP Matholi'ul Anwar, di bawah asuhan beliau, KH Mahsuli Effendi. dan pada tahun pertama, kesehatan beliau masih sangat mendukung untuk melakukan banyak aktifitas, dari menjadi Imam Sholat Shubuh, Maghrib dan Isya' secara rutin, kecuali udzur. Dluhur dan Ashar pun beliau sering menjadi Imam, namun karena kadang santri sering molor ketika adzan dluhur, akhirnya yai pun sering tidak mengimamki kita, karena beliau telah menunaikannya, selain itu beliau juga rutin memberi pengajian setelah shubuh dan  setelah Isya pada tiap harinya.
Setelah Shubuh beliau Mengajar para santri pada tingkat Musyawirin (Anak MAK dan lulusan Diniyyah) Kitab Fathu Rabb al-Bariyyah dengan diselingi Nadzam Alfiyah dan Maqshud, selain itu juga mengajar Tafsir  karangan Jalalain al-Suyuthi dan al-Mahalli.
Setelah Isya' Beliau Membaca Kitab Kifayatul Akhyar Syarh Matn Abi Syuja' yang berjumlah dua jilid, namun pada tahun ke dua, beliau akhirnya tidak meneruskan pengajian kitab Kifayatul Akhyar ini karena alasan penglihatan sudah mulai kabur karena usia, akhirnya pengajian diganti dengan Kitab Jawahirul Bukhari, Kitab yang berisi pilihan-pilihan Hadits dari Kitab Shahih al-Bukhari.
Selain itu, Beliau juga mempunyai Jadwal mingguan, yaitu malam selasa dan Jum'at pagi. Jum'at pagi diisi dengan pengajian Mukhtar al-Ahadits dan Malam Selasa diisi dengan Kitab "???"
Selain Kitab-kitab di atas beliau juga sering menyelingi pengejian dengan memberikan rujukan kepada Kitab seperti I'anatut Tholidin dan Durrotun Nasihin, dan yang paling membuatku bertamba kagum dan mencintai beliau adalah beliau mempunyai banyak hal yang menurut saya tidak saya temukan pada sosok selain beliau pada usia saya di masa itu.
Dalam menjelaskan suatu keterangan baik itu berupa keterangan Fiqh, Hadits, Nahwu, Akhlak dan lain sebagainya, beliau selalu menyitir banyak hadits, Syi'r dan juga Kaidah-kaidah baik fiqhiyah maupun ushuliyah, sehingga saya haus dan tidak pernah bosan untuk mengikuti pengajian beliau.
Setiap kali mengikuti pengajian beliau, saya selalu berusaha memanfaatkan momen bersama beliau, saya selalu memperhatikannya walau kadang juga tertidur, terutama pengajian setelah shubuh, apapun yang beliau sampaikan sering saya catat di pinggir kitab atau saya tulis dikertas yang saya selipkan di kitab sebagaimana anjuran beliau.
Beliau sangat memperhatikan santri yang diajarnya, misalkan setelah shubuh ada yang tidak hadir, beliau langsung memanggilnya, dan memberinya absen ketika tidak hadir, kemudian pada pertemuan berikutnya beliau menanyakan alasan ketidak hadiran.
Ada hal yang sangat diingat oleh para santri masa itu adalah ketika beliau bergurau untuk mencairkan suasana dengan memberikan contoh kasus atas materi yang beliau sampaikan, sehingga bisa menancap dan berkesan sampai sekarang.
Beberapa pesan beliau diantaranya (Selain yang saya sebutkan masih ratusan) :

  1. سنن الترمذى (7/ 155) لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيرَنَا
  2.  (Tentang Menghormati Orang Tua dan Menyayangi yang lebih muda)
  3. قليل قر خير من كثير فر  (Tentang Istiqamah)
  4. من حمى حول الحمى يوشك أن يقع فيه (Tentang Menghindari Syubhat)
  5. { وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ} [التوبة: 122] (Tentang Mencari Ilmu)
  6. سنن الترمذى (4/ 404) لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا كَانَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ
  7.  (Tentang Larangan Pacaran)
  8. سنن النسائي (3/ 347) صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ عَلَى صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
  9.  (Tentang Berjamaah)
  10. سنن الترمذى (1/ 41) لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ
  11.  (Tentang Siwak)


Bersambung...

Rabu, 22 Mei 2013

Malas... jangan Mendekat!!!


Setiap orang pasti pernah merasakan kemalasan, keputus asaan dan merasa berat untuk melakukan satu kebaikan, manusia dibekali dengan akal pikiran serta hati nurani tentu kadang mampu mengalahkan nafsu “bersantai”, namun diakui atau tidak kebanyakan manusia lebih sering untuk lebih suka menyerah kepada nafsu “bersantai” daripada mengalahkannya.
Suatu hal yang lumrah dan manusiawi, jika manusia tidak suka dan selalu berusaha untuk mengalahkan dan menghilangkan rasa malasnya, dan tiap orang punya cara masing-masing dalam mengalahkan nafsu ini, perbedaan ini biasanya dilatar belakangi oleh background keilmuan dan pengalaman masing-masing. diantara macam-macam cara menghilangkan adalah:
1.       Berdo'a kepada Allah SWT dalam setiap pagi atau sore atau bisa di penghujung Shalat baik lima waktu atau Shalat Sunnah lainnya dengan do'a yang diajarkan Nabi Muhammad SAW :
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ[1]
“Ya Allah saya berlindung kepadamu dari rasa susah dan duka, aku berlindung dari sifat lemah dan malas, aku berlindung dari sifat pengecut dan kikir, aku berlindung dari lilitan hutang dan tekanan orang lain”
2.       Menghindarkan diri dari semua makanan yang dilarang dalam Islam, karena setan akan lebih mudah membisikkan rayuannya ketika tubuh kita terbiasa mengkonsumsi makanan dan barang haram, hal ini sesuai dengan hadis Nabi :
إِنَّ الْخَيْرَ لاَ يَأْتِى إِلاَّ بِخَيْرٍ أَوَ خَيْرٌ هُو[2]
"Sesungguhnya yang baik tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan. Namun benarkah harta benda itu kebaikan yang sejati?"
3.       Membiasakan hidup bersih, ketika seseorang mempunyai kebiasaan bersih, maka dia akan hidup dalam keadaan yang nyaman dan tidak terganggu oleh keadaan sekitarnya yang menjadikannya malas dan bosan.[3]
4.       Membiasakan diri untuk berolah raga, minimal dengan berjalan kaki, tentu dengan kebiasaan berolah raga, akan menjadikan tubuh selalu dalam keadaan sehat dan bugar, sehingga otak akan terangsang untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat.[4]
5.       Berinovasi dan mencari hal-hal baru, sehingga tidak ada rasa bosan, karena Siantar alasan kemalasan adalah kebosanan, hal ini bisa dilakukan dengan cara merubah posisi duduk kita ketika belajar, berpindah tempat ketika akan melakukan sholat, merubah posisi perabot-perabot yang ada di kamar, merubah warna cat tembok, merubah jenis MP3 yang didengarkan, merubah setting tempat belajar atau beribadah dan lain sebagainya, sehingga bisa menghilangkan rasa bosan yang biasanya menjadi alasan suatu kemalasan.
6.       Kurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak, gula dan karbohidrat, karena makanan yang mengandung tiga hal ini bisa mengalihkan fokus tubuh kita kepada pencernaan makanan, sehingga tubuh kita menjadi lemas dan mengantuk.[5]
7.       Buatlah Sebuah Tulisan Reminder yang berisi cita-cita kita, dengan harapan ketika kita melihatnya, kita akan langsung terangsang untuk mencapainya dan tidak bermalasa-malasan dalam beraktifitas positif.
8.      Buatlah to do lis atau daftar kegiatan, karena salah satu cara agar hidup kita menjadi bergairah dan bersemangat adalah ketika kita tidak mempunyai beban menumpuk akibat banyaknya penundaan.
9.       Meruba Pola Pikir, jika kita masih mempunyai pola pikir negatif, suka menunda, tidak percaya diri, dan mengandalkan orang lain, maka tidak aneh banyak pekerjaan kita akan terbengkalai, mulai dari sekarang mari kita rubah pola pikir dan cara pandang kita terhadap aktivitas kita, kalau bukan dari sekarang kapan lagi.
Delapan cara di atas adalah beberapa cara yang menurut saya efektif, tentu masih banyak cara lain yang tidak saya sebutkan dan setiap orang punya cara masing-masing yang sesuai dengan kebiasaan dan tabiatnya masing-masing, sehingga kadang dengan satu cara tidak manjur maka dengan cara lain, karena tugas manusia adalah berusaha dan tetap Allah lah sebagai penentu. Wallahu A’lam.


[1] Sunan Abi Daud (2/93)
[2] AL-Bukhari (9/ 436)
[3] http://akunt.blogspot.com/2012/11/5-manfaat-hidup-bersih.html
[4] http://wimiu.com/lifestyle/566-7-tips-menghilangkan-kemalasan.html
[5] http://www.merdeka.com/sehat/ini-alasan-kenapa-kita-mengantuk-setelah-makan-banyak.html

Senin, 20 Mei 2013

Kelemahan Barcelona


Semua Penggemar Sepak Bola akhir dasawarsa ini pasti tidak asing dengan club yang sempat disebut-sebut sebagi klub terbaik di dunia, yang pada akhirnya dominasi ini dihapus oleh Bayern Munich pada semi final Liga Champion kemarin.
Ketenaran Barcelona sepertinya tidak hanya menyentuh masyarakat pecinta bola, akan tetapi hampir semua elemen di kalangan masyarakat, mungkin dengan mudahnya akses berita bola lima tahun terakhir ini atau juga karena eksistensi sang bintang yang ada di Barcelona, empat kali memenangkan ballon Do’r, Lionel Messi.
Barcelona dengan segudang Pemain bintangnya yang pada dasawarsa ini banyak dikenal dengan tiki-takanya, permainan bola indah diusung oleh seorang pelatih yang bisa dikatakan luar  biasa dengan banyaknya gelar yang diraih dalam empat tahun mulai tahun 2008 sampai tahun 2012, Pep Guardiola, mampu memberikan apa yang diinginkan oleh penonton kebanyakan dengan konsistensinya dalam penguasaan bola dan teknik controling yang dimilikinya.
Namun sebagaimana umumnya pada setiap klub pasti punya kelemahan, tidak lepas dengan Barcelona. Ada dua kelemahan besar yang menurut saya masih ada pada Barcelona pada saat ini, pertama, Barcelona jika dilihat pada setiap kali mereka bermain, sangat terlihat jelas bahwa Barcelona tak memakai Teknik serangan balik, hal ini sangat berbeda dengan klub rival abadinya Real Madrid yang sangat terkenal dengan Teknik Serangan Balik. kedua, dari sisi defender, defender Barcelona dikenal terlalu berani dalam melakukan passing passing pendek padahal bola sudah berada pada garis penalti, selain itu diakui atau tidak Barcelona membutuhkan Bek yang tangguh setingkat Puyol seiring menurunnya kondisi yang dialami puyol saat ini, inilah menurut saya  yang harus segera dibenahi dalam klub Besar ini.
Sebenarnya ada satu lagi kekurangan besar yang ada pada Barcelona yaitu, Messi Dependencia atau adanya ketergantungan pada sosok Messi, akan tetapi ini bisa terbantahkan dengan banyaknya kemenangan yang diperoleh ketika Messi tidak bermain pada beberapa pekan terakhir ini.
Namun apapun kelemahan itu, kita harus mengakui bahwa Barcelona sudah melakukan yang terbaik yang ada pada masanya, dan pasti akan menjadi legenda dengan great starnya, Lionel Messi dan Pemain-pemain Bintang Lainnya, Xavi serta Iniesta.

Minggu, 19 Mei 2013

Al-Hakim, Al-Mahkum Fih, Al-Mahkum Alaih


A.      Al-Hakim
Di antara masalah yang sangat penting yang harus dijelaskan dalam kajian syari'at Islam, ialah mengetahui siapa yang berhak mengeluarkan hukum, yakni siapakah Sang Pembuat Hukum (Al-Hakim) itu.
Golongan Asy'ariyah berpendapat, bahwa sebelum datang syara' tidak diberi sesuatu hukum kepada perbuatan-perbuatan mukallaf. Golongan Mu'tazilah dan Asy'ariyah sependapat bahwa akal dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, yakni yang bersesuaian tabi'at: dipandang baik oleh akal dan yang tidak bersesuaian dengan tabi'at dipandang buruk oleh akal.
Titik perselisihan antara golongan Mu'tazilah dengan golongan Asy'ariyah ialah tentang apakah perbuatan itu menjadi tempat adanya pahala atau siksa, tergantung pada perbuatan, walaupun syara' belum menerangkannya, sedangkan golongan jumhur berpendapat, bahwa tidak disiksa dan tidak diberi pahala manusia sebelum datang syara' kendati akal bisa mengetahui baik buruknya sesuatu perbuatan. Seluruh kaum muslimin bersepakat, bahwa tidak ada hakim selain Allah.
Tolok ukur ini adalah hukum syara' yakni aturan-aturan Allah SWT yang dibawa oleh Rasulullah saw dan bukan akal dan hawa nafsu manusia. Sehingga apabila syara' menilai perbuatan tersebut terpuji (baik), maka itulah terpuji (baik) sedangkan apabila syara' menilai suatu perbuatan tercela (buruk) maka itulah tercela (buruk). 
B.      Al-Mahkum Fih
Dari pemahaman penulis, mahkum fih merupakan perbuatan mukallaf yang berhubungan dengan hukum yang lima, yaitu ijab/wajib, nadb/mandub, tahrim/haram, karahah/makruh, ibahah/mubah.
Syarat-syarat mahkum fih antara lain: perbuatan itu diketahui oleh mukallaf dengan jelas, sehingga dia sanggup melakukannya seperti yang diminta dari padanya, harus diketahui bahwa pentaklifan itu berasal dari orang yang mempunyai wewenang untuk mentaklifkan dan termasuk orang yang wajib atas mukallaf mematuhi hukum-hukumnya dan bahwa perbuatan yang ditaklifkan itu mungkin terjadi, artinya melakukannya atau meninggalkannya berada dalam batas kemampuan mukallaf.
C.      Al-Mahkum Alaih
Mahkum ‘alaihi adalah subjek hukum atau yang dikenai hukum. Yaitu orang-orang mukallaf.
Syarat-syarat taklifi antara lain: harus sanggup dan dapat memahami khitah atau ketentuan yang dihadapkan kepadanya, dan ahli dan patut ditaklifi. Yang menjadi dasar taklif adalah kemampuan (ahliyyah) manusia. Kemampuan tersebut dibagi menjadi dua, yaitu ahliyyah wujub dan ahliyyah ada’.
Halangan ahliyyah yaitu hal-hal yang menghalang yang bersifat samawi, artinya diluar usaha dan kehendak manusia, dan hal-hal yang menghalang yang berasal dari usaha dan kehendak manusia.

Pembaharu Mesir


a.      Kejayaan Islam  hanya mungkin  terwujud  kalau  umat  Islam  kembali  kepada  ajaran  Islam yang  masih  murni,  dan  meneladani  pola  hidup  para  sahabat  Nabi,  khususnya Al-Khulafa al-Rasyidin.
b.      perlawanan  terhadap  kolonialisme  dan  dominasi  Barat,  baik politik, ekonomi maupun kebudayaan.  
c.       pengakuan  terhadap  keunggulan  barat  dalam  bidang  ilmu  dan teknologi, dan  karenanya  umat Islam  harus  belajar  dari barat dalam dua  bidang  tersebut,  yang  pada  hakikatnya  hanya  mengambil  kembali  apa  yang  dahulu  disumbangkan  oleh  dunia  Islam  kepada  Barat,  dan  kemudian  secara  selektif  dan  kritis  memanfaatkan  ilmu  dan teknologi Barat itu untuk kejayaan kembali dunia Islam.
1)      Abduh berusaha untuk menggabungkan pemikiran sekuler yang murni sciences dengan pemikiran salafiah yang murni agama.
2)      Abduh menolak anggapan bahwa agama bertentangan dengan science modern, atau agama sebagai penghambat kemajuan. Menurutnya agama dan science modern merupakan suatu kesatuan, yang samasama bertujuan untuk kesejahteraan manusia.
1)          Sikap aktif dan dinamis di kalangan umat.
2)          Umat Islam harus meninggalkan sikap fatalisme (jabariyyah).
3)          Akal dapat dipergunakan untuk menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an ataupun hadis tanpa meninggalkan prinsip umum.
4)          Jika ingin maju, umat Islam harus menguasai sains dan teknologi.
5)          Kemunduran umat Islam disebabkan oleh banyaknya unsur bid’ah dan khurafat yang masuk ke dalam ajaran Islam.
6)          Kebahagiaan di dunia dan di akhirat diperoleh melalui hukum alam yang diciptakan Allah.

Pemikiran M. Natsir


1.      Agama tidak dapat dipisahkan dari negara. Ia menganggap bahwa urusan kenegaraan pada pokoknya merupakan bagian integral risalah Islam.
2.      Cita-cita hidup seorang Muslim di dunia ini hanyalah ingin menjadi hamba Allah agar mencapai kejayaan dunia dan akhirat kelak, dan Untuk Mencapai Tujuan Ini Allah telah memberikan Aturan aturan yang pada akhirnya dalam merealisasikan aturan ini dibutuhkan sebuah Suatu Lembaga yang mengikat, dalam hal ini yang dimaksud adalah Negara
3.      Ketidakfahaman terhadap negara Islam, negara yang menyatukan agama dan politik, pada dasarnya bersumber dari kekeliruan memahami gambaran pemerintahan Islam.
4.      Pada masa pemerintahan para sultan dan kekhalifahan Usmaniyah terakhir bukanlah negara atau pemerintahan Islam, sebab para pemimpinnya menindas dan membiarkan rakyatnya bodoh dengan memakai Islam dan segala bentuk ibadah-ibadahnya sebagai tameng belaka.
5.      Negara bukanlah tujuan akhir Islam melainkan hanya alat merealisasikan aturan-aturan Islam yang terdapat dalam Alquran dan sunah
1.      Yang menjadi syarat untuk menjadi kepala negara Islam adalah, “Agamanya, sifat dan tabiatnya, akhlak dan kecakapannya untuk memegang kekuasaan yang diberikan kepadanya, jadi bukanlah bangsa dan keturunannya ataupun semata-mata inteleknya saja.”
2.      Islam adalah suatu pengertian, suatu paham, suatu begrip sendiri, yang mempunyai sifat-sifat sendiri pula. Islam tak usah demokrasi 100%, bukan pula otokrasi 100%,
3.      “Islam tidak kenal kepada ‘Kepala Agama’ seperti Paus atau Patriarch. Islam hanya mengenal satu ‘Kepala Agama’, ialah Muhammad Rasulullah saw. Beliau sudah wafat dan tidak ada gantinya lagi untuk selama-lamanya. ‘Kepala Agama’ yang bernama Muhammad ini telah meninggalkan satu sistem yang bernama Islam, yang harus dijalankan oleh kaum muslimin, dan harus dipelihara dan dijaga supaya dijalankan ‘kepala-kepala keduniaan’ (bergelar raja, chalifah, presiden, atau lain-lain) yang memegang kekuasaan dalam kenegaraan kaum muslimin. Sahabat-sahabat Nabi yang pernah memegang kekuasaan negara sesudah Rasulullah saw. seperti Abu Bakar, Umar, Usman, Ali tidaklah merangkap jadi ‘Kepala Agama’. Mereka itu hanyalah ‘kepala keduniaan’ yang menjadikan pemerintahannya menurut aturan yang telah ditinggalkan oleh ‘Kepala Agama’, yaitu oleh Muhammad Rasulullah yang penghabisan itu, lain tidak!”
4.      mengimbau kepada kaum muslimin agar dalam masalah persatuan dan pemisahan agama dan negara ini tidak menjadikan “sejarah menjadi ukuran” kebenaran terakhir
1)      pendidikan harus berperan sebagai sarana untuk memimpin dan membimbing agar manusia yang dikenakan sasaran pendidikan tersebut dapat mencapai pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani secara sempurna.
2)      pendidikan harus diarahkan untuk menjadikan anak didik memiliki sifat-sifat kemanusiaan dengan mencapai akhlak karimah yang sempurna.
3)      pendidikan harus berperan sebagai sarana untuk menghasilkan manusia yang jujur dan benar.
4)      pendidikan agar berperan membawa manusia agar dapat mencapai tujuan hidupnya, yaitu menjadi hamba Allah SWT.
5)      pendidikan harus menjadikan manusia yang dalam segala perilaku atau interaksi vertikal maupun horizontalnya selalu menjadi rahmat bagi seluruh alam.
6)      pendidikan harus benar-benar mendorong sifat-sifat kesempurnaannya dan bukan sebaliknya, yaitu menghilangkan dan menyesatkan sifat-sifat kemanusiaa
1)      Menjadi hamba Allah yang sebenarnya;
2)      mencapai kesejahteraan hidup dunia dan akhirat.
Konsep dasar dari kurikulum yang dijalankan oleh M. Natsir adalah konsep pendidikan yang integral, universal dan harmonis. Konsep pendidikan yang integral ini maksudnya adalah pendidikan yang tidak mengenal dikotonomi antara pendidikan umum dan agama, antara urusan dunia dan akhirat, dan antara badan dan roh. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan kurikulum yang sesuai dengan visi tersebut, yaitu kurikulum yang selain berisi ilmu-ilmu fiqih, ushul fiqih, dan tafsir, juga berisi ilmu pengetahuan yang mencakup ilmu bumi, ilmu falak, ilmu hitung, ilmu sejarah, ilmu jiwa, kedokteran, pertanian, biologi, sosiologi, dan pengetahuan yang berhubungan dengan kehidupan manusia dalam rangka mempertinggi derajatnya.

Prinsip dan Tujuan Hukum Islam


A.      Prinsip Hukum Islam
a.      Menurut Fathurrahman
1.      Meniadakan Kepicikan dan Tidak Memberatkan
2.      Menyedikitkan beban
3.      Ditetapkan secara bertahap
4.      Memperhatikan kemaslahatan Manusia
5.      Mewujudkan Keadilan yang Merata
b.      Menurut Juhaya S.Praja
1.        Prinsip Tauhid
2.        Prinsip Keadilan
3.        Prinsip Amar Makruf Nahi Mungkar
4.        Prinsip Kebebasan
5.        Prinsip Persamaan
6.        Prinsip At-Ta’awun
B.      Tujuan Hukum Islam
Peringkat Kemaslahatan
a.      Dlaruriyah
b.      Hajiyah
c.       Tahsiniyah
Macam-macam Maslahah
1.      Memelihara Agama
2.      Memelihara Jiwa
3.      Memelihara Akal
4.      Memelihara Keturunan
5.      Memelihara Harta

Rabu, 17 April 2013

Islam Bagiku


Setiap orang di dunia ini diciptakan mempunyai cara pandang masing-masing, setiap orang punya cara tersendiri untuk memahami sesuatu. Perbedaan ini diantara banyak hal yang menjadikan setiap orang harus mempunyai pendapat dan sensasi yang berbeda pada suatu hal yang sama.
Contoh gampangnya “Buku”, bagi anak SD, buku hanya merupakan sesuatu beban yang harus diselesaikan untuk dipelajari, bagi anak SMA, buku mulai mempunyai daya Tarik tersendiri dengan banyaknya model buku yang ia temui, berbeda lagi bagi anak kuliahan, buku merupakan teman mengisi waktu luang, berbeda lagi jika ditanyakan ke masyarakat umum, buku bias jadi suatu yang menjengkelkan. Ketika saya memberi contoh ini pun masih merupakan salah satu contoh dari perbedaan cara pandang itu sendiri, Karena tiap orang mempunyai cara pandang masing-masing terhadap sesuatu yang ia temui.
Ada banyak hal yang menjadikan orang memiliki cara pandang yang berbeda beda. Di antaranya adalah, seberapa banyak buku bacaan seseorang, seberapa banyak interaksi seseorang dengan lingkungannya, seberapa banyak masalah yang telah dialaminya, seberapa banyak tempat yang telah dikunjunginya dan alasan-alasan lain baik internal maupun eksternal.
Dulu waktu saya MI, Saya beranggapan bahwa Orang baik akan masuk Surga dan Orang Jahat akan masuk Neraka. Hidupku dibayang-bayangi oleh posisi antara surge dan neraka.
Waktu saya MTs, saya beranggapan bahwa jika kita mentaati orang tua dan menghormatinya, kita akan benar-benar menjadi orang yang mulia di dunia dan di akhirat.
Waktu saya MA, karena banyaknya pengetahuan yang masuk silih berganti, menjadikanku beranggapan bahwa Islam adalah Agama yang penuh dengan Ilmu pengetahuan.
Waktu S1, Saya menganggap Islam adalah agama yang sangat berpihak kepada semua kalangan, tidak ada diskriminasi, mungkin karena dosen-dosenku waktu itu adalah para Ilmuan yang sangat menghormati perbedaan.
Sekarang, saya beranggapan bahwa Islam adalah Rahmat, Perdamaian. Dan Islam adalah perdamaian itu sendiri, tidak seorangpun memeluk Islam kecuali dia berada dalam kedamaian, hati, Fikiran, Jiwa, Raga dan lingkungan.
Semoga keislaman kita bukan keislaman klaim, tapi keislaman utuh, penyerahan diri kepadanya dengan usaha semaksimal mungkin mendamaikan jiwa untuk bisa bertemu dengannya dalam segala perbuatan kita.

Iklan Yang Mulai Menjengkelkan


Tahun 2006 silam, saya mengenal Internet sebagai suatu hal yang luar biasa, sesuatu yang mungkin dengan kehadirannya akan menjadi jendela baru bagi para pecinta ilmu pengetahuan. Dimana di sana tidak akan lagi ditemukan rahasia, di sana akan ditemukan berbagai macam hal dari berbagai ragam ilmu pengetahuan, dari Ilmu yang memang berdampak baik samapai dengan informasi yang berdampak positif sampai yang berdampak negatif.
Sekarang, tahun 2013 ternyata sudah terlihat dengan jelas dan gamblang apa yang dulu menjadi angan-angan para pecinta akan sesuatu hal yang baru. Dimana sekarang sudah tidak ada lagi rahasia, tidak ada lagi kelangkaan informasi dan sudah tidak ada lagi kekurangan pengetahuan. Semuanya tersedia bagi siapa yang mau menggerakkan mouse, keypad atau menyentuh screen. Dunia seakan sudah berada dalam genggaman.
Dengan keadaan yang seperti ini, tentu banyak manfaat yang bisa didapat dari Globalisasi Ilmu Pengetahuan ini, diantara manfaat yang akhir akhir ini mulai sangat sering terlihat jelas adalah dengan kemudahan pemasangan Iklan di sana sini, mulai dari iklan untuk kalangan anak anak sampai kalangan dewasa.
Sponsor-sponsor atau Iklan yang ada saat ini sudah mulai merajalela dan membanjiri semua situs, kecuali situs situs resmi milik pemerintah. Iklan akan ditemukan di semua situs, baik situs berbau ilmu pengetahuan sampai yang berbau keagamaan. Iklan seperti sudah menjadi lahan tersendiri bagi para pencari penghidupan baru. Iklan seakan
Memang tidak bisa disalahkan jika penyedia Iklan (Publisher) memasang Iklan dari para pelanggan yang menawarkan, akan tetapi apa salahnya jika difilter disesuaikan dengan para pembacanya. Misalakan di Facebook, saya kerap kali menemukan Iklan yang sepertinya hanyalah sebuah “trik” untuk menarik para readers untuk mengklik iklan tersebut, padahal ketika dikunjungi bukanlah apa yang kita inginkan. padahal Facebook adalah jejaring yang notebene sebagai Jejaring Sosial terlaris di dunia.
Sebenarnya banyak yang lebih parah daripada yang ada di Facebook. akan tetapi sebagaimana diketahui, Facebook merupakan portal pertama yang dikunjungi oleh para pengguna internet saat ini, jadi menurut hemat saya. alangkah baiknya jika diadakan filter, iklan apa saja yang layak masuk ke situs situs yang dipakai oleh banyak orang dengan memperhatikan usia para readers.